Berbagi tempat wisata menarik: pegunungan
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label pegunungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pegunungan. Tampilkan semua postingan

Lembah Anai

Written By Priyayi Alit on Sabtu, 09 Juni 2012 | 19.32

Lembah Anai terletak di Nagari Singgalang Kecamatan
 Kali Koto persisnya di jalan raya Padang-Bukittinggi dengan jarak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Batusangkar (Lewat Padang Panjang). Lembah Anai terkenal dengan objek wisata air terjunnya. Lembah Anai sendiri merupakan daerah cagar alam yang dilindungi. Di dalam rindangnya hutan terdapat beberapa tanaman langka yang sekaligus menjadi daya tarik dari Cagar Alam Lembah Anai, salah satunya adalah bunga bangkai (amorphyphalus titanum). Bunga bangkai ini tumbuh subur di tengah hutan. Selain bunga bangkai ada juga beberapa tumbuhan kayu yang menjadi daya tarik kawasan cagar alam ini, di antaranya cangar, sapek, madang siapi-api (litsea adinantera), cubadak/cempedak air (artocarpus sp), madang babulu (gironniera nervosa), dan lain-lain.

Terdapat juga air terjun setinggi kira-kira 30 meter dan terletak di tepi jalan berhampiran dengan jambatan dan landasan kereta api lama yang tidak lagi digunakan

Ada pula hewan langka yang hampir punah, di antaranya harimau sumatra (phantera tigris sumatrensis), rusa (cervius timorensis), siamang (hylobates syndactylus), kera ekor panjang (macaca fascicu- laris), beruk (macaca nemestrena), trenggiling (manis java- nica), kancil (tragulus sp), tapir, dan biawak. Hewan yang sering dijumpai oleh wisatawan ketika melewati kawasan ini, adalah kera ekor panjang, siamang, dan beruk. Ketiga hewan ini selalu bergerak untuk mencari buah-buahan yang terdapat di kawasan hutan hingga ke pinggir jalan raya.

Sementara itu, untuk melihat hewan yang lain diperlukan tenaga pendamping yang mengantar pengunjung langsung ke tempat hewan tersebut biasa bermain dan mencari makan. Selain hewan-hewan tersebut, Cagar Alam Lembah Anai juga dihuni oleh aneka burung, seperti elang (accipitriade sp), burung balam (bolumbidae), burung punai, dan burung puyuh. Burung elang biasanya hidup di atas pohon tinggi. Apabila beruntung, wisatawan dapat melihatnya ketika burung tersebut terbang mengelilingi hutan untuk mencari mangsa.

Gunung Bromo

Written By Priyayi Alit on Sabtu, 02 Juni 2012 | 01.55

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Selain menyaksikan keindahan panorama yang ditawarkan oleh Bromo-Semeru, apabila Anda datang di waktu yang tepat, maka Anda dapat menyaksikan Upacara Kesodo, yang diadakan oleh masyarakat Tengger. Upacara ini biasanya dimulai pada saat tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kesodo [ke-sepuluh] menurut penanggalan Jawa. Upacara Kesodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Saat prosesi berlangsung, masyarakat Tengger lainnya beramai-ramai menuruni tebing kawah dan sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

Gunung Bromo dapat dicapai dengan menggunakan mobil pribadi pun menyewa kendaraan. Ada empat pintu gerbang utama untuk memasuki kawasan taman nasional ini yaitu: desa Cemorolawang jika melalui jalur Probolinggo, desa Wonokitri dengan jalur Pasuruan, desa Ngadas dari jalur Malang dan desa Burno adalah jalur Lumajang. Adapun rute yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut: Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km, Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 kmAtau dari Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km.

Berbagai hotel dan penginapan dapat ditemukan disekitar area Taman Nasional Bromo-Semeru, mulai dari losmen sampai dengan hotel berbintang 4 dapat di jadikan pilihan untuk menginap di Bromo. Rata rata setiap hotel memasang tarif yang terjangkau. Akan tetapi agak sedikit sulit untuk menemukan tempat makan di area ini terutama pada malam hari. Akan tetapi, apabila Anda menginap di desa Wonokitri, sekitar 3 km ke bawah tepatnya di pasar Tosari dapat ditemui beberapa warung makanan yang buka dan menjajakan makanannya hingga pukul 9 malam.Berkeliling ke sekitar areal Taman Nasional dapat dilakukan dengan menyewa kendaraan jenis jeep 4x4.
Atau, jika hanya ingin berkeliling di sekitar area lautan pasir Bromo, dapat menyewa kuda yang banyak tersedia disana.

Untuk oleh-oleh atau cinderamata di sekitar point area yang biasa digunakan untuk melihat matahari terbit. Di area ini banyak terdapat kios cinderamata yang menjajakan dagangan mereka seperti kaos atau t-shirt, topi kupluk, syal dan lainnya. Selain itu, di sekitar area laut pasir juga terdapat beberapa penjaja cinderamata yang menjual kaos atau t-shirt yang bertuliskan Gunung Bromo-Semeru.

Kaliurang

Written By Priyayi Alit on Jumat, 01 Juni 2012 | 23.40

Kaliurang yang secara harfiah dalam bahasa Indonesia berarti "Sungai Udang", adalah sebuah tempat wisata yang terletak di provinsi Yogyakarta, persisnya di Kabupaten Sleman, di perbatasan dengan provinsi Jawa Tengah.

Pada awal abad ke-19, sejumlah ahli geologi Belanda yang tinggal di Yogyakarta, bermaksud mencari tempat peristirahatan bagi keluarganya. Mereka menyusuri kawasan utara yang merupakan dataran tinggi. Sesampainya di Kaliurang yang berada di ketinggian 900 meter dari permukaan laut, para "meneer" tersebut terpesona dengan keindahan dan kesejukan alam di kaki gunung itu. Mereka akhirnya membangun bungalow-bungalow dan memutuskan kawasan itu sebagai tempat peristirahatan mereka.

Akses menuju ke Kaliurang sangat mudah, berada di kaki Gunung Merapi atau kurang lebih sekitar 28 kilometer utara Yogyakarta. Untuk menuju ke lokasi ini, bisa menggunakan kendaraan pribadi, bus, atau menggunakan kendaraan umum seperti taksi atau ojek. Setidaknya dengan jalan kaki atau menumpang angkutan bus, kol (Colt), taxi, ojek atau becak (jarang yang mau), melewati Jalan Kaliurang.

Jarak Kaliurang ke Yogyakarta kurang dari 1 jam perjalanan, dan ke Surakarta kurang dari 3 jam perjalanan.

Kaliurang merupakan obyek wisata pegunungan yang memiliki pemandangan pegunungan yang sangat menakjubkan serta indah untuk di kunjungi. Selama perjalanan menuju ke Kaliurang, pengunjung akan melewati tanjakan yang berliku serta pemandangan sekitar yang menarik. Jika berkunjung ke kaliurang dari arah Jogja akan mengingatkan kita pada lukisan pemandangan saat masih di taman kanak-kanak. Sebuah gunung dengan jalan di tengahnya serta hamparan hijau yang membentang di kedua sisinya dihiasi dengan rumah penduduk, akan menghilangkan penat dalam bingkai lukisan alam.

Diselimuti angin yang berhembus sejuk, bahkan di saat mentari tepat di atas kepala, kesejukan masih terasa. Udara yang segar melewati pepohonan dan turun dengan pelan, memberi rasa segar ketika menerpa tubuh.

Pemandangan Gunung Merapi memberi sensasi tersendiri di kawasan ini. Bagaikan seorang gadis desa yang menutup tabirnya bila sengaja diperhatikan, gunung ini akan tertutup kabut seolah malu bila sengaja datang untuk melihatnya.

Menyusur sisi barat Bukit Plawangan sejauh 1100 meter, menempuh perjalanan lintas alam, melalui jalan tanah yang diapit pepohonan dan lereng rimbun, deretan 22 gua peninggalan Jepang menjadi salah satu keunikan wisata alam Kaliurang.

Di samping keindahan alamnya, Kaliurang juga mempunyai beberapa bangunan peninggalan sejarah dan karena terletak didaerah dataran tinggi yang sejuknya udaranya sehingga banyak resor atau tempat peristirahatan, juga terdapat banyak vila-vila penginapan. Diantaranya adalah Wisma Kaliurang dan Pesangrahan Dalem Ngeksigondo milik Kraton yang pernah dipakai sebagai tempat berlangsungnya Komisi Tiga Negara. Atau Museum Ullen Sentalu yang sebagian bangunannya berada di bawah tanah. Museum ini menguak misteri kebudayaan dan nilai-nilai sejarah Jawa, terutama yang berhubungan dengan putri Kraton Yogyakarta dan Surakarta pada abad ke-19.

Sekitar 300 meter ke arah timur laut dari taman rekreasi terdapat Taman Wisata Plawangan Turgo. Di kawasan taman wisata ini terdapat kolam renang Tlogo Putri yang airnya berasal dari mata air di lereng Bukit Plawangan dan merupaka tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Bermain ayunan atau bercanda bersama keluarga di taman bermain yang berada di dalam taman wisata, rasa lelah akan lebur dalam rimbunnya taman perhutani. Melangkahkan kaki menyusuri sisi timur, melihat beberapa ekor monyet yang berloncatan dan berayun di dahan, menikmati kicau burung di jalur berbatu susun dan tangga berundak di jalan menanjak sejauh 900 meter; mungkin akan sedikit melelahkan, tetapi pemandangan Gunung Merapi di saat cuaca cerah dari Bukit Pronojiwo, akan menggantikan rasa lelah dengan kekaguman.

Curug Cikaso

Written By Priyayi Alit on Senin, 28 Mei 2012 | 07.31

Wahana Wisata Curug Cikaso tepatnya berada di Kp. Ciniti Desa Cibitung Kecamatan Cibitung Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat.
Menempuh jarak ± 100 Km dari Sukabumi. Curug Cikaso terletak di Kampung Ciniti, Kecamatan Cibitung, Jampang Kulon, Jawa Barat bagian selatan. Sebenarnya curug ini bernama Curug Luhur, tetapi karena berasal dari aliran Sungai Cikaso, orang-orang lebih sering menyebut dengan Curug Cikaso.

Untuk mencapai lokasi curug, dapat ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri pematang sawah atau menyewa perahu motor. Sewa satu paket perahu motor akan diantar pulang-pergi dengan muatan maksimal 10 orang dan perahu motor ini akan menunggu selama 3 jam.

Setelah membayar tiket masuk dan sewa perahu, pengunjung langsung naik perahu yang sudah siap di bantaran sungai. Perahu langsung berjalan melewati Sungai Cikaso dan membutuhkan waktu sekitar 5 menit, sepanjang perjalanan di sisi kanan-kiri akan terlihat jajaran pepohonan yang memberi kesan ketenangan alam.

Pengunjung akan diturunkan di bantaran sungai dan masuk ke dalam area curug yang berjarak sekitar 10 meter. Dari jauh, sudah terdengar suara deburan limpahan air terjun yang jatuh dari ketinggian, terpampanglah lukisan alam nan indah bak permadani alam. Curug Cikaso terbentang megah dengan deburan airnya yang berwarna putih.

Pengunjung akan disuguhkan 3 buah air terjun sekaligus, masing-masing curug memiliki nama, yang kiri bernama curug Asepan, yang tengah Curug meong , dan yang paling kanan bernama curug Aki.

Curug Cikaso memiliki ketinggian hampir 80 meter, dan lebar tebing 100 meter. Dihiasi bebatuan besar dan pepohonan serta lumut semakin menambah keasrian Curug Cikaso. Di sini sudah tersedia warung-warung makan serta toilet.

Akan membutuhkan berlembar-lembar kertas untuk melukiskan keindahan Curug Cikaso. Betapa tidak, begitu kaki menjejakkan di pinggir sungai aliran Curug Cikaso, karena hanya akan terlihat hamparan pemandangan yang menakjubkan. Bagi pengunjung yang suka berburu foto tempat ini sangat cocok, karena efek cahaya matahari yang menembus melalui rerimbunnya pepohonan semakin membuat indahnya curug ini. Sebaiknya mengunjungi curug saat musim hujan, karena volume air yang melimpah semakin membuat uniknya Curug Cikaso ini.

Air Terjun Aling-aling

Air Terjun Aling-aling - Buleleng berjarak kurang lebih 11 km sebelah barat daya (sekitar 10-15 menit waktu tempuh) dari kota Singaraja dengan mengendarai kendaraan bermotor atau mobil. Atau berjarak sekitar 80 km dari kota Denpasar. Jika dari kota Denpasar ambil arah ke Singaraja.

Menjelang masuk kota Singaraja akan dijumpai pertigaan. Ambil arah ke kiri ke Terminal Sukasada. Ikuti jalan tersebut hingga sampai pertigaan depan Balai Desa Sambangan. Di sebelah kanan jalan dekat pertigaan tersebut terdapat plang bertuliskan Aling-aling Waterfall. Ambil arah ke kiri dan ikuti jalan tersebut sekitar 2 km hingga tiba di parkir objek wisata Air Terjun Aling-aling berada.

Selanjutnya dari tempat parkir perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri pematang sawah, lalu naik turun ratusan anak tangga sejauh 400 m hingga tiba di lokasi air terjun. Selama menuju air terjun ini akan ditemui 3 buah air terjun kecil unik di sebuah sungai kecil.

Air Terjun Aling-aling mempunyai ketinggian sekitar 35 m dan memiliki keunikan tersendiri dimana dari puncaknya terpecah menjadi dua terjunan air yang berdampingan. Air terjun yang sebelah kanan memiliki debit yang lebih besar dibandingakan yang sebelah kirinya.

Air terjun Aling-aling ini jatuh dari tebing curam dimana disekelilingnya terdapat tebing-tebing tinggi dengan pepohonan yang rimbun. Di bawah air terjun ini terdapat cekungan kolam yang cukup dalam sekitar 4 m.  Kolam ini dapat digunakan untuk berendam dan berenang.

Air Terjun Blahmantung

Air Terjun Blahmantung atau juga dikenal dengan nama Air Terjun Pupuan berketinggian sekitar 50 m.  Air Terjun ini letaknya tersembunyi di antara tebing-tebing yang tinggi di tengah perkebunan kopi yang jauh dari perkampungan penduduk.  Suasana di sekitar Air Terjun Blahmantung masih benar-benar alami. Tidak ada bangunan apapun di sekiitar air terjun selain pura dan gazebo yang kondisinya sudah memprihatinkan.

Berjarak 70 km dari kota Denpasar atau sekitar 2 jam berkendara.  Kondisi jalan menuju ke air terjun ini cukup baik karena Desa Pujungan dilewati Jalan Raya Denpasar - Seririt - Singaraja. Jika dari jalan raya utama Desa Pujungan air terjun ini berjarak sekitar 1500 m.  Jalan masuknya cukup unik, dimana sekitar 1 km jalan berupa tanah dengan paving semen di kanan kiri (untuk roda mobil).

Dari Denpasar arahkan kendaraan Anda menuju Tabanan/Gilimanuk. Ikuti saja Jalan Raya Denpasar - Gilimanuk hingga tiba di pertigaan Desa Antosari. Dari pertigaan tersebut, Anda belok kanan, dan ikuti terus jalan tersebut sampai di Desa Pujungan (sekitar 27 km dari Antosari). Begitu sampai di sebuah pertigaan di Desa Pujungan (ada penunjuk arah ke Air Terjun Blemantung di sebelah kanan jalan), beloklah ke kanan. Ikuti jalan tanah yang belum diaspal tersebut sampai kira-kira sejauh 1400 meter hingga tiba di dekat sebuah jembatan yang menanjak.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan (setelah memarkirkan kendaraan di dekat jembatan) dengan berjalan kaki sejauh 400 m melalui jalan setapak yang menanjak diantara perkebunan kopi penduduk. Kondisi jalan setapak ini sudah dilapisi semen dan berundak-undak seperti anak tangga disertai pegangan pada tepiannya.

Bagi yang membawa kendaraan roda empat perjalanan tidak dapat sampai di dekat jembatan. Untuk memarkirkan kendaraan dapat dengan menitipkan kendaraan di depan rumah penduduk.

Sebenarnya ada tiga buah air terjun di kawasan ini. Air terjun pertama (yang lebih tinggi), letaknya di dekat sebuah pura, dengan ketinggian sekitar 50 meter.

Air terjun kedua yang lebih kecil, letaknya di bawah air terjun pertama, dan terpisah jarak sekitar 200 meter.

Untuk menuju air terjun kedua harus menyusuri sungai ke arah bawah. Air terjun kedua ini hanya dapat dilihat dari atas saja karena untuk melihat dari depan/bawah belum ada akses jalan menuju kesana.
Sedangkan untuk air terjun ketiga, akses jalannya agak berbeda dengan kedua air terjun di atas. Untuk mencapainya dari pertigaan (jika belok ke kiri mengikuti jembatan miring akan tiba di air terjun pertama dan kedua) dengan mengambil arah yang lurus (tidak melewati jembatan miring) sejauh beberapa meter dari jembatan tersebut.  Selanjutnya belok kiri, menyusuri jalan setapak di samping sebuah anak sungai (kanal) hingga tiba di Bendungan Irigasi Sabah Hulu.  Air terjun ketiga ini berada di seberang bendungan tersebut.  Sayangnya, air terjun ini tertutup pepohonan dan semak-semak yang rimbun, sehingga tidak bisa kelihatan semuanya.  Bila terlihat semua, air terjun ini tidak kalah indahnya dengan air terjun pertama.

Kebun Raya Bedugul

Kebun Raya Eka Karya Bedugul ini merupakan salah satu dari empat kebun raya yang ada di Indonesia dan lebih dikenal dengan sebutan Kebun Raya Bedugul. Objek wisata ini didirikan sejak 15 juli 1959. Awalnya, pendiriam kebun raya ini hanya diperuntukan bagi tumbuhan jenis coniferae, meskipun kini telah berubah menjadi objek wisata Bedugul. Kebun Raya ini memiliki koleksi tanaman yang mencapai kira-kira 16.000 tanaman yang terdiri dari 1.500 jenis, 320 marga, dan 155 suku tumbuhan. Jumlah tersebut akan terus bertambah dari tahun ke tahun.

Saat memasuki kawasan Kebun Raya Eka Karya, Anda akan menjumpai gerbang utama yang berbentuk candi bentar (terbelah) seperti yang biasa ditemui di pura-pura Pulau Dewata. Setelah itu, di sepanjang Boulevard Ramayana Anda akan disuguhi pemandangan eksotis yang mengandung wacana sastra lama. Ada jalinan kisah Ramayana yang tersaji melalui deretan 9 patung berukuran besar. Di kanan-kiri patung-patung berjejer deretan bunga kana berwarna merah dengan latar belakang rumput hijau dan lebatnya hutan di kejauhan.

Banyak aktivitas yang dapat Anda lakukan selama mengunjungi kebun raya ini. Rombongan keluarga biasanya akan duduk-duduk di atas rumput hijau sambil mengawasi anak-anak mereka yang berlarian kesana kemari. Bagi Anda yang suka berpetualangan dapat mencoba berbagai permainan high rope yang tersedia di kawasan ini. Bagi Anda yang ingin berjalan-jalan menyusuri kebun raya ini, pengelola Kebun Raya Bali telah membagi rute perjalanan menjadi beberapa jalur, yakni jalur kuning, jalur ungu, jalur merah, jalur biru, dan jalur burung.

Kebun Raya Bali tentunya memiliki berbagai fasilitas dan sarana pendukung yang memberi kemudahan bagi wisatawan. Fasilitas tersebut antara lain: ruang pertemuan Nayaka Loka, Pura Ulun Danu, gedung pusat informasi, koperasi, stand suvenir, stand penjualan tanaman, kafe, dan perpustakaan. Perpustakaan yang ada di Kebun Raya Bali memiliki koleksi buku lengkap di bidang botani, pertanian, pertamanan, komputer, koran, dan majalah.

Karena lokasi dari satu tempat ke tempat lain berjauhan, wisatawan harus menggunakan kendaraan pribadi untuk menempuhnya. Jika saja pemerintah memberikan transportasi umum, tentu perjalanan akan semakin cepat. Akses menuju toilet atau kamar mandi juga berjauhan. Wisatawan yang ingin buah air harus berlari ataupun mengendarai kendaraan agar sampai dengan cepat. Dengan ditambahnya kamar mandi atau toilet disekitar kebun raya, dapat mempersingkat waktu dan tentunya liburan akan jadi lebih menyenangkan.

Goa Kreo

Written By Priyayi Alit on Jumat, 18 Mei 2012 | 07.16

Goa Kreo adalah sebuah tempat wisata yang ada di Semarang. Kawasan Wisata Goa Kreo  merupakan areal hutan seluas ± 5 hektar yang terletak di daerah perbukitan (Gunung Krincing ) dan lembah Sungai Kreo, tepatnya di Dukuh Talun Kacang Kelurahan Kandri Kecamatan Mijen.

Jarak lokasi sekitar ± 13 km dari bundaran Tugu Muda ke arah selatan.

Goa Kreo dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Menurut legenda Sunan Kalijaga bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian disuruh menjaga kayu jati tersebut.

Kata "Kreo" berasal dari kata "Mangreho" yang berarti peliharalah atau jagalah. Obyek wisata Goa Kreo setiap hari mulai jam 6.00-18.00. Disekitar Goa Kreo terdapat hamparan sawah yang luas, tebing-tebing curam penuh pepohonan dan sungai jernih berbatu.

Ada dua hal yag menjadi daya tarik kawasan wisata ini.
Pertama, goa yang menjadi sarang puluhan kera liar. di sini kita bisa menemukan puluhan kera yang berkeliaran secara bebas. Jika beruntung, pengunjung bisa melihat kera-kera liar namun jinak.
Kedua, di kawasan ini juga terdapat air terjun kecil yang jernih. Pengunjung bisa bermain-main dan menikmati udara sejuk secara bebas. Sebuah pemandangan yang sulit di temui di kota besar.

Untuk mencapai mulut Goa, pengunjung harus melewati anak tangga yang cukup banyak dan curam. Disebelah Utara Goa Kreo terdapat air terjun yang berasal dari berbagai sumber mata air yang jernih dan tidak kering meski musim kemarau panjang. Disamping memiliki pemandangan yang indah Goa Kreo juga dilengkapi sarana-sarana lain seperti : tempat bermain anak seperti ayunan, papan luncur dll.

Taman Safari Indonesia

Taman Safari Indonesia berada di 3 lokasi. Yang pertama di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Kedua di Tretes, Jawa Timur. Dan lokasi ketiga berada di Bali. Dari ketiga lokasi tersebut, di Cisarua merupakan lokasi pertama berdirinya Taman Safari di Indonesia.

Bagi Anda yang tinggal di daerah Jakarta, mengunjungi Taman Safari yang berada di Cisarua mungkin menjadi pilihan. Hal ini disebabkan karena daerah Puncak telah menjadi tempat rekreasi favorit bagi masyarakat Jakarta karena letaknya yang tidak terlalu jauh, berkisar 80 km dari Jakarta dan dapat ditempuh dalam waktu 1 - 2 jam jika jalanan tidak macet.

Ada cukup banyak petunjuk di sepanjang jalan menuju Taman Safari mulai pintu keluar tol yang dapat memudahkan Anda menuju lokasi ini. Letak daerah Cisarua berada belum sampai puncak pass dari gunung Pangrango. Dari arah tol menuju puncak, Anda akan menemukan petunjuk pintu masuk Taman Safari yang ada di sebelah kanan.

Berbelok ke arah kanan menuju pintu gerbang, jalanan menanjak harus ditempuh. Di sepanjang jalan ini terdapat beberapa penginapan yang dapat menjadi pilihan jika Anda ingin bermalam di daerah ini. Anda juga akan menjumpai pedagang wortel, pisang, atau sayuran pada jalan ini. Wortel dan sayuran ini dapat Anda beli untuk memberi makanan binatang yang ada di Taman Safari. Ada juga penjual jagung bakar yang dapat mengganjal perut Anda dari rasa lapar dan udara dingin.

Sebuah gerbang yang menyerupai gading gajah menandakan Anda hampir sampai di loket karcis masuk. Harga karcis masuk Taman Safari berlaku setiap hari, tanpa membedakan weekday (hari kerja) atau weekend (akhir pekan). Anda akan mendapat peta yang berisi lokasi dan tempat-tempat yang ada di taman rekreasi ini, jadwal pertunjukan atraksi hewan juga rute yang akan Anda lalui beserta urutan binatang apa saja yang akan Anda temui. Sebaiknya, Anda menyimpan peta ini agar memudahkan Anda menemukan yang ingin Anda kunjungi.

Berbagai Binatang

Memasuki area binatang, Anda harus melalui jalan dengan rumput dan pepohonan di kiri kanan jalan. Pada bagian pertama, Anda akan disambut oleh zebra. Kuda berwarna unik hitam putih ini akan meminta makanan dan mereka senang untuk menjulurkan kepalanya ke jendela mobil Anda.

Pada bagian hewan jinak, Anda dapat membuka kaca dan memberi makanan kepada mereka. Beberapa hewan akan "memaksa" Anda memberi makanan dengan cara berdiri di depan mobil Anda. Tetapi, hal ini biasanya tidak berlangsung lama karena ada pawang yang menjaga di beberapa tempat yang akan mengarahkan mereka.

Pada bagian binatang buas seperti macan tutul, harimau, singa dan beruang ada gerbang otomatis yang akan membuka saat mobil hendak melintas. Anda mungkin akan merasa sedikit tegang saat memasuki area binatang buas. Pada bagian harimau dan singa tempat dibuat menyerupai puing-puing bangunan. Mereka biasanya senang berada di bagian atas sambil mengamati daerah sekitar. Pada bagian beruang, kita dapat melihat beruang-beruang besar yang sedang tidur atau sedang bermain.

Area Permainan dan Pertunjukkan

Keluar dari rute melihat binatang yang dibuat layak seperti habitat aslinya, ada berbagai wahana lain yang dapat Anda nikmati di tempat rekreasi ini. Beberapa mainan yang menggunakan mesin seperti "Mini Kora-Kora", "Jet Coaster", "Spinning Boat" dan wahana lainnya dapat dicoba. Hanya saja, untuk menikmati pemainan ini Anda harus membayar Rp 10.000,- untuk setiap permainan.

Safari Water Park

Bagi Anda yang gemar berenang, Anda dapat mencoba berenang di Safari Water Park. Yang unik dari berenang di sini adalah Anda dapat merasakan sensasi berenang bersama buaya. Tentu saja tidak secara langsung karena ada pemisah antara kolam renang dengan buaya. Anda dapat mencoba untuk menaiki seluncuran yang menantang dan merasakan dinginnya air pegunungan yang mengisi kolam renang ini.

Pertunjukkan

Berbagai atraksi binatang dapat Anda saksikan secara gratis. Ada atraksi gajah, harimau, aneka satwa,burung, lumba-lumba dan singa laut, sirkus maupun koboi. Pertunjukan berlangsung 2-3 kali sehari. Pada atraksi ini, Anda dapat menyaksikan bagaimana pintarnya binatang tersebut dan tingkah mereka yang mengundang tawa. Misalnya, tingkah orang utan yang lucu atau bagaimana pandainya gajah yang dapat melukis.

Semua atraksi binatang memiliki cerita yang mendidik, umumnya bertema agar manusia tidak merusak lingkungan sekitar yang dapat mengganggu kehidupan binatang dan dapat merugikan manusia sendiri. Pada akhir pertunjukkan, Anda dapat berfoto dengan binatang yang beratraksi. Sedangkan pada atraksi harimau, Anda dapat berfoto dengan harimau putih yang berukuran cukup besar.

Baby Zoo

Kawasan Baby ZooWahana yang banyak dikunjungi adalah Baby Zoo. Pada bagian depan Baby Zoo, anak-anak dapat mencoba untuk menunggang kuda poni, kuda mungil yang memiliki poni pada bagian atas kepalanya membuat kuda ini terlihat menggemaskan.

Disebut Baby Zoo, karena di dalamnya terdapat anak dari binatang-binatang. Memasuki Baby Zoo, Anda akan menjumpai anak kudanil yang akan membuka mulutnya untuk memminta makan. Anda dapat menyentuhnya sambil memberi makanan. Ada juga sejenis primata dengan ukuran besar yang akan menengadahkan tangannya untuk meminta makan di samping anak kudanil ini.

Masuk ke bagian lebih dalam, ada bangunan yang dibuat seperti Taj Mahal yang ada di India. Dengan dibatasi tembok dan pembatas bening, Anda dapat meihat harimau putih Yang menarik dari kawasan Baby Zoo adalah Anda dapat berfoto dengan binatang yang umumnya masih merupakan anak-anak. Inilah yang menyebabkan daerah ini disebut Baby Zoo. Dengan membayar Rp 10.000,- per orang untuk tiap foto, Anda dapat memilih untuk berfoto dengan anak singa, anak macan tutul, bayi orang utan, anak harimau putih atau harimau Sumatra yang berukuran cukup besar. Foto diambil menggunakan kamera Anda pribadi karena pihak Taman Safari tidak menyediakan kamera atau fotografer. Dengan dijaga oleh pawang, Anda kan dibantu untuk memangku atau memegang binatang-binatang ini. Rasanya cukup menyenangkan, karena ini pengalaman yang sulit ditemukan dimana Anda dapat memegang binatang buas dan mengabadikannya dalam foto.

Masih dalam kawasan Baby Zoo, Anda dapat melihat koleksi unggas yang terdiri dari berbagai jenis dalam Bird Aviary. Sebuah kubah yang menjadi tempat tinggal lebih dari 1000 burung dan terdiri dari 90 species burung sehingga Anda dapat bebas mengagumi aneka unggas yang berterbangan bebas. Anda juga dapat melihat kangguru di kawasan ini.

Penguin

Salah satu binatang unik yang menjadi koleksi Taman Safari Cisarua, Bogor dan jarang Anda temukan di tempat lain adalah koleksi burung penguin. Ada kolam khusus yang airnya dibuat menyerupai suhu air tempat hidup pinguin ini. Anda dapat melihat tingkah lucunya yang sedang berenang di kolam dengan memasuki bangunan yang menyerupai iglo, rumah orang Eskimo yang terbuat dari es. Di sini, Anda juga dapat melihat pinguin yang berjalan dengan lucu di atas kolam. Penguin biasa hidup berkelompok, saat ada satu penguin berenang, sekelompok pinguin akan ikut berenang. Begitu juga saat ada pinguin yang naik, sekelompok penguin akan naik dari kolam. Tidak jauh dari penguin, Anda dapat melihat kandang komodo dan buaya.

Kendaraan Wisata

Untuk Anda yang ingin mengitari kawasan ini tapi sudah merasa lelah, tersedia mobil yang dibuat seperti kereta untuk mengantarkan Anda memutari kawasan Taman Safari. Terdapat beberapa loket dan halte untuk membeli karcis seharga Rp 10.000,- sebagai tempat untuk naik kendaraan ini. Tersedia juga "Sky Lift" (kereta gantung) agar Anda dapat melihat seluruh kawasan ini dari ketinggian.

Anda juga dapat mencoba menunggang gajah untuk melewati hutan di Taman Safari dengan "Elephant Trail". Dengan ditemani pawang, Anda dapat menunggang gajah yang akan menyusuri hutan dan sungai dan Anda bebas untuk menikmati rimbunnya alam di kawasan ini.

Air Terjun Jaksa

Pada bagian atas Taman Safari, terdapat Air Terjun Jaksa yang dapat mendatangkan kesegaran tersendiri bagi orang yang mengunjunginya. Banyak pula terdapat restoran dan toko-toko souvenir yang menjual boneka binatang, kaos atau souvenir lain yang dapat menjadi kenang-kenangan Anda pada tempat ini. Taman Wisata ini akan terlihat mulai sepi pada jam 17.00 WIB karena jam operasi kawasan wisata Taman Safari ini mulai dari pukul 09.00 - 17.00 WIB.

Safari Trek

Untuk menikmati wisata di Taman Safari, ada beberapa pilihan yang dapat Anda coba selain dengan cara melihat binatang dengan kendaraan pada pagi hingga sore hari. Bagi Anda yang senang berolahraga, ada jalur khusus pejalan kaki untuk melihat binatang dari atas yaitu Safari Trek. Dengan ditemani pemandu, Anda akan menyusuri jalanan setapak yang tidak mulus. Pada rute Safari Trek, Anda akan melewati air terjun dan dapat mencoba keberanian dengan mencoba flying foxes, rope climbing dan permainan lainnya. Safari Trek akan terasa menyegarkan karena tanpa terasa Anda sudah berolahraga sambil mengisi paru-paru Anda dengan udara bersih di pegunungan ini.

Safari Night

Jika Anda ingin merasakan suasana yang berbeda, Safari Night dapat menjadi pilihan. Safari Night mulai dari pukul 19.00 WIB dan hanya diadakan pada weekend (akhir pekan). Anda dapat melihat kehidupan binatang pada malam hari.

Penginapan

Taman Safari juga menyediakan tempat untuk bermalam. Tempat penginapan berupa bungalows dari kayu dengan beberapa kamar atau menginap di dalam karavan (caravan).

Semua berada di lingkungan pegunungan yang rimbun dan tenang. Fasilitas seperti kolam renang, restoran, karaoke dan ruang rapat tersedia untuk memenuhi kebutuhan Anda..

Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu atau juga sering disebut Tangkuban Parahu merupakan salah satu gunung terbesar di dataran Parahyangan. Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu berada di utara kota Lembang, sebelah utara kota Bandung. Udara sejuk, hamparan kebun teh, lembah dan tingginya pohon pinus menemani perjalanan Anda menuju pintu gerbang kawasan Tangkuban Perahu. Untuk memasuki kawasan Tangkuban Perahu, Anda harus membayar tiket Rp 13.000,- per orang ditambah tiket untuk kendaraan.

Tangkuban PerahuAda dua jalan menuju kawah-kawah yang ada di gunung ini. Jalan yang pertama atau jalan lama dengan kondisi jalan yang lebih sulit untuk dilalui dan biasanya akan ditutup sehabis hujan atau saat dirasa membahayakan untuk dilewati. Penjaga loket akan memberi petunjuk untuk melewati jalan baru yang terletak lebih ke atas jika jalan ini ditutup. Sebelum tiket pembayaran di jalan pertama ini, terdapat pondok-pondok yang disewakan untuk tempat menginap.

Melewati jalan baru, jalan beraspal memudahkan perjalanan kendaraan Anda. Pada sisi jalan yang berkelok-kelok terdapat bunga-bunga terompet dan pohon lainnya yang akan menyejukkan perjalanan Anda.

Di kawasan gunung Tangkuban Perahu terdapat tiga kawah yang menarik untuk dikunjungi. Kawah tersebut adalah Kawah Domas, Kawah Ratu dan Kawah Upas. Kawah yang paling besar diantara ketiganya dan paling banyak dikunjungi adalah Kawah Ratu. Dengan beberapa jam berjalan kaki, Anda bahkan dapat mengitari Kawah Ratu yang begitu luas sambil menikmati keindahan panorama Gunung Tangkuban Perahu.

Kawah Ratu

Jika Anda datang menggunakan bus, tersedia tempat parkir khusus bus sebelum mencapai Kawah Ratu. Perjalanan dilanjutkan dengan mobil ELF yang akan mengantarkan Anda ke Kawah Ratu. Tetapi, jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, Anda dapat terus menggunakannya sampai ke Kawah Ratu. Tersedia tempat parkir kendaraan di seberang kawah ini, sehingga tanpa melalui medan yang sulit dan menghabiskan banyak energi, Anda dapat melihat kawah ini. Mungkin ini juga menjadi salah satu alasan, kebanyakan pengunjung ada di kawah ini.

Kawah Ratu langsung terlihat dari atas dengan pembatas pagar kayu untuk mencegah pengunjung terjatuh. Melihat dalamnya kawah, dinding-dinding kawah dan asap yang masih keluar dari kawah ini menciptakan pemandangan yang menggetarkan hati. Tanah di sekitar Kawah Ratu umumnya berwarna putih dengan beberapa batu belerang berwarna kuning. Batu-batuan dan suasana kering dan gersang terasa di kawah ini. Anda dapat mencoba mendaki ke daerah yang lebih tinggi jika ingin melihat kawasan Kawah Ratu secara menyeluruh.

Di tempat ini banyak toko-toko sederhana yang menjual berbagai souvenir seperti syal, topi kupluk, tas dan topi bulu, berbagai pajangan dari kayu dan berbagai aksesories lainnya. Ada juga penjual makanan dan minuman hangat seperti mie rebus, bandrek dan lainnya. Anda juga dapat menunggang kuda untuk mengitari sebagian kawah ini. Kegiatan ini biasanya disukai anak-anak.

Kawah Upas

Kawah Upas terletak di sebelah Kawah Ratu. Tetapi, untuk dapat melihat kawah ini harus melalui medan yang berbahaya, Anda harus melewati jalan yang berpasir untuk mencapai kawah ini. Maka, sangat jarang pengunjung yang datang melihat kawah ini. Bentuk Kawah Upas berbeda dengan Kawah Ratu. Kawah Upas lebih dangkal dan mendatar.

Kawah Domas

Kawah Domas terletak lebih bawah daripada Kawah Ratu. Jika Anda dating melalui jalan baru, Anda akan menemukan pintu gerbang menuju Kawah Domas terlebih dahulu sebelum menuju Kawah Ratu. Jika pada Kawah Ratu Anda hanya akan melihat kawah dari kejauhan, pada Kawah Domas, Anda dapat lebih dekat dengan kawah. Bahkan, Anda dapat mencoba merebus telur dengan memasukkannya ke dalam kawah. Jika Anda ingin melihat Kawah Domas melewati jam 16.00 WIB, Anda diharuskan menggunakan jasa pemandu wisata.

Manarasa

Pohon yang banyak terlihat di sekitar kawah adalah pohon yang disebut oleh warga sekitar dengan nama Manarasa. Daun tanaman ini akan berwarna kemerah-merahan jika daun sudah tua.

Daun yang sudah berwarna merah dapat dimakan dengan rasa mirip seperti daun jambu dengan sedikit rasa asam.

Daun ini dapat mengobati diare dan dipercaya akan membuat awet muda. Mungkin daun ini dipercaya oleh masyarakat sekitar selalu dimakan oleh Dayang Sumbi yang awet muda dalam legenda terjadinya Gunung Tangkuban Perahu.

Legenda Tangkuban Perahu

Inti cerita legenda Tangkuban Perahu adalah seorang pemuda yang bernama Sangkuriang ingin menikahi seorang wanita bernama Dayang Sumbi yang cantik. Mereka saling jatuh cinta. Tetapi, setelah menemukan bekas luka di kepala Sangkuriang, Dayang Sumbi mengetahui ternyata Sangkuriang adalah anaknya. Sangkuriang dahulu pergi karena merasa kesal dengan kemarahan ibunya. Dayang Sumbi marah karena Sangkuriang membunuh anjing kesayangan mereka ketika gagal berburu rusa untuk ibunya.

Mengetahui Sangkuriang adalah anaknya, Dayang Sumbi tidak mau menikah dengan Sangkuriang. Maka, untuk menolak lamaran Sangkuriang, Dayang Sumbi minta dibuatkan sebuah perahu besarta danaunya dalam waktu 1 malam. Sangkuriang yang sakti meminta bantuan dari jin untuk memenuhi keinginan Dayang Sumbi.

Melihat Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya, Dayang Sumbi berniat menggagalkannya. Berkat doanya, ayam-ayam berkokok. Jin-jin yang membantu Sangkuriang berlarian ketakutan karena mengira hari sudah pagi. Akibatnya pekerjaan membuat perahu dan danau tidak selesai. Sangkuriang yang marah besar karena gagal menyelesaikan pekerjaanya menendang perahu buatannya. Perahu ini kemudian jatuh tertelungkup dan terjadilah Gunung Tangkuban Perahu. Jika dilihat dari kota Bandung, gunung ini menyerupai perahu yang terbalik.

Situ Patenggang

Danau Patenggang atau juga dikenal dengan nama Situ Patenggang (situ berarti danau dalam Bahasa Sunda) berada di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1600 meter dari permukaan laut dan berada di kaki Gunung Patuha. Karena posisinya yang tinggi, Anda akan merasakan udara yang dingin dan segar saat mengunjungi danau ini.

Lokasinya sekitar 2 jam perjalanan dari kota Bandung, Jawa Barat. Tepatnya di bagian selatan kota Bandung di Ciwidey. Untuk mengunjungi tempat ini, Anda bisa keluar dari pintu tol Kopo atau Buah Batu lalu menuju ke arah selatan Bandung. Beberapa petunjuk jalan menuju Ciwidey atau Kawah Putih bisa Anda ikuti untuk menuju tempat ini.

Dalam perjalanan menuju Situ Patenggang, nuansa hijau alami akan menjadi pemandangan yang menyejukkan mata. Pohon-pohon rindang dan hamparan kebun teh dengan daunnya yang rapat membuat warna hijau menjadi semakin dominan.di sepanjang jalan menuju danau.

Jalanan berkelok harus dilalui untuk mencapai tujuan, tetapi akan terasa menyegarkan karena nuansa pegunungan yang hijau dan udara bersih khas pegunungan akan menyertai perjalanan Anda.
 Selain itu, perkebunan strawberry yang ada di sepanjang perjalanan dapat pula menambah daya tarik daerah wisata ini.

Sesampainya di Situ Patenggang yang berada di balik hamparan kebun teh, danau luas dan berair tenang akan menyambut Anda. Pegunungan menjulang mengelilingi Situ Patengan.

Di tepi danau, perahu-perahu dengan warna-warna yang terang siap mengantarkan Anda dan keluarga menjelajahi lebih jauh danau ini. Tawar-menawar untuk menyewa perahu biasa dilakukan pengunjung agar mendapatkan harga yang tidak terlalu mahal.

Jika Anda tidak mau terlalu jauh dari tepi pantai, menggowes sepeda air cukup menarik untuk dicoba. Atau Anda dapat sekedar duduk-duduk menikmati ketenangan air danau di tempat-tempat yang telah disediakan.

Jika Anda menyewa perahu, Anda dapat mengunjungi sebuah pulau yang ada di tengah danau ini. Pulau yang tidak terlalu besar ini ditumbuhi pohon-pohon dengan daun yang rindang, jadi Anda dapat beristirahat atau tidur sejenak di pulau yang tenang ini.

Batu Cinta

Batu CintaYang juga menjadi favorit di tempat ini adalah lokasi Batu Cinta. Sebuah lokasi yang berada di tengah danau dengan sebuah batu besar yang menjadi panandanya. Batu inilah yang disebut dengan Batu Cinta.

Batu Cinta berasal dari sebuah legenda Jawa Barat. Di tempat inilah Ki Santang dan Dewi Rengganis, sepasang kekasih yang harus melewati perjalanan sulit dalam percintaan mereka, akhirnya bertemu kembali di tempat ini, setelah sebelumnya terpisah. Air yang mengisi danau ini menurut mitos masyarakat Patengan berasal dari deraian air mata kedua manusia tersebut.

Itu sebabnya beberapa orang juga menyebut Situ Patenggang sebagai Situ Penganten. Kisah ini dapat Anda baca pada sebuah lukisan bergambar panorama Situ Patengan yang berada di lokasi Batu Cinta. Masyarakat setempat juga percaya bahwa jika mengunjungi Batu Cinta bersama pasangan, maka hubungan pasangan tersebut akan langgeng.

Patenggang memang sebuah danau yang menarik untuk dikunjungi. Anda bisa mendapat berbagai cerita menarik setelah mengunjungi danau ini. Keindahan dan kesejukan alamnya, membuat Anda kembali segar.

Bandung Selatan menyimpan beberapa obyek wisata alam yang indah. Kawah Putih yang eksotis dan Situ Patenggang yang tenang dengan Batu Cinta yang melegenda di Jawa Barat. Anda dapat mengunjungi kedua wisata ini sekaligus karena letaknya yang berdekatan.

Gunung Bunder

Gunung Bunder terletak di daerah kawasan wisata Gunung Salak Endah, tepatnya di Wana Wisata Gunung Bunder, Pamijahan, yang masih berada di wilayah Kabupaten Bogor. Ketika Anda sampai di kota Bogor, pilih arah IPB. Setelah beberapa kilometer melewati IPB, Anda akan menemukan sebuah jalan menuju ke Gunung Bunder melewati Cikampak dengan jalur yang sedikit sulit, atau alternatif lain melewati Cibatok yang relatif lebih aman untuk kendaraan roda empat jenis. Tempat ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Bunder sendiri merupakan hutan milik Perhutani yang sebagian besar ditumbuhi pohon pinus. Di kawasan Gunung Bunder, Anda bisa menemukan beberapa tempat wisata menarik seperti Curug Cadas, Curug Cihurang, Curug Ngumpet, Curug Cigamea, Curug Pangeran, dan Curug Seribu. Selain itu, terdapat juga kawasan wisata Kawah Ratu.

Dengan ketinggian mencapai 1050 meter dari permukaan laut, Wana Wisata Gunung Bunder adalah tempat yang sejuk dan masih cukup alami. Dan lokasi ini bisa menjadi alternatif wisata selain kawasan Puncak yang sudah cukup padat.

Di kawasan ini juga terdapat camping ground bagi Anda yang senang berkemah, dan juga tersedia fasilitas outbound. Anda juga rute treking dan hiking yang bisa ditelusuri untuk menuju berbagai air terjun di kawasan ini.

Menginap di Gunung Bunder

Mengingat begitu banyak kawasan yang bisa dikunjungi di kawasan wisata Gunung Bunder, tentunya Anda tidak bisa mengunjungi semua tempat sekaligus. Anda bisa menginap di kawasan ini.

Ada 2 pilihan untuk menginap. Jika Anda seorang petualang, di lokasi ini tersedia camping ground untuk berkemah.

Namun jika Anda ingin berlibur dengan lebih nyaman, di sini juga tersedia beberapa vila dan resor untuk menginap. Salah satu yang cukup terkenal di tempat ini adalah The Michael Resort yang merupakan resor mewah dengan fasilitas yang lengkap.

Wisata Alam Gunung Bunder

Saat berwisata di sini, setiap lokasi wisata terdapat pintu masuk di mana pengunjung harus membayar ongkos masuk. Sebaiknya selalu minta tiket tanda masuk di setiap pintu, karena menurut beberapa pengunjung, beberapa oknum petugas menarik biaya melebihi ongkos yang seharusnya.

Kawasan wisata Gunung Bunder memang tempat yang menarik untuk dikunjungi. Beberapa lokasi wisata yang penuh tantangan seperti Curug Seribu dan Kawah Ratu, hingga air terjun yang cocok dikunjungi keluarga seperti Curug Cigamea dan Curug Ngumpet bisa Anda kunjungi di sini sambil menikmati keindahan alam yang memukau di lokasi Gunung Bunder yang termasuk Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Mari kita berkeliling di kawasan Gunung Bunder sambil berwisata di sana.

Curug Seribu

Curug Seribu merupakan salah satu kawasan wisata paling favorit yang sering dikunjungi di kawasan wisata Gunung Bunder. Setelah memarkir kendaraan bermotor, Anda bisa menempuh jalur yang cukup sulit sekitar 1 jam perjalanan kaki. Jalur yang harus ditempuh cukup sulit, yaitu melewati jalan setapak yang cukup curam. Sehingga bagi Anda yang memiliki kelemahan fisik atau memiliki penyakit, sebaiknya tidak mencoba menuju Curug Seribu.

Namun, di sepanjang perjalanan, Anda akan melewati daerah yang indah. Bahkan Anda bisa menjumpai beberapa air terjun kecil. Anda juga bisa menemukan beberapa ekor kera yang berada di jalur menuju Curug Seribu.

Ketika mendekati Curug Seribu, Anda akan mulai mendengar suara gemuruh air terjun. Begitu sampai di Curug Seribu, Anda akan takjub dengan ketinggian air terjun ini yang mencapai lebih dari 100 meter dan air yang jatuh dari air terjun ini begitu banyak. Air yang jernih dan menyegarkan mengalir di air terjun ini. Anda bisa bermain di bawah air terjun tersebut. Namun, berhati-hati agar jangan langsung berada di bawah lokasi air terjun.

Air terjun ini meski musim kemarau tetap deras. Oleh karena itu, di musim hujan, Anda perlu ekstra hati-hati. Karena bisa jadi Anda terseret arus yang deras dari air terjun ini.

Curug Ngumpet

Curug Ngumpet memang tidak setinggi Curug Seribu. Namun untuk mencapai Curug Ngumpet tidaklah sesulit saat mencapai Curug Seribu. Dari pintu masuk hanya berjalan kaki sekitar 15 menit hingga 30 menit dengan jalur yang tidak sesulit menuju Curug Seribu meski juga harus tetap berhati-hati. Ketinggian Curug Ngumpet tidak sampai 50 meter.

Tetapi, Anda juga bisa menikmati keindahan alam di Curug Ngumpet. Kawasan di sekitar Curug Ngumpet masih alami. Mungkin karena letaknya yang masih agak terpencil, sehingga dinamakan Curug Ngumpet.

Curug Cigamea

Curug Cigamea memiliki ketinggian yang mirip dengan Curug Ngumpet. Air terjun di Curug Cigamea juga indah. Dan jalur setapak yang harus ditempuh juga tidak jauh dari pintu masuk. Dengan berjalan kaki sekitar 15-30 menit, Anda bisa dengan mudah mencapai air terjun ini. Dan juga banyak warung kecil yang menyediakan makanan dan minuman di kawasan ini.
Dengan menyusuri jalur setapak, di kawasan berupa tebing. Mula-mula, Anda akan menemukan air terjun kecil menuju Curug Cigamea. Lalu Anda akan menemukan sebuah air terjun di tebing yang curam. Lalu tidak jauh di sana, terdapat air terjun utama dengan ketinggian sekitar 50 meter.

Dengan membayar sekitar Rp 20.000,- per orang, Anda juga bisa menggunakan flying fox untuk mencapai air terjun ini. Pengelola menyediakan fasilitas flying fox yang memang cukup menantang karena menyeberangi jurang menuju Curug Cigamea.

Curug Cigamea merupakan air terjun yang paling sering dikunjungi di kawasan wisata Gunung Bunder karena memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibanding air terjun lainnya. Air terjun ini, menarik untuk dikunjungi bersama seluruh anggota keluarga. Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu sulit dicapai oleh seluruh keluarga. Anda juga bisa berenang di kolam di dasar air terjun yang tidak berbahaya.

Curug Cihurang

Curug Cihurang juga relatif aman untuk dikunjungi. Di kawasan ini terdapat camping ground atau lahan perkemahan, di mana Anda bisa berkemah dan menginap di kawasan wisata Gunung Bunder. Air terjun ini juga tidak terlalu tinggi. Namun Anda bisa menikmati bermain air dan berenang di kawasan Curug Cihurang.

Curug Cihurang telah dilengkapi berbagai fasilitas bermain dan tidak sealami curug lainnya. Namun, ini bisa menjadi tempat wisata yang cocok bagi seluruh keluarga.

Curug Pangeran

Tidak jauh dari Curug Ngumpet, Anda bisa menjumpai Curug Pangeran. Curug ini termasuk berukuran kecil. Namun Anda bisa berenang dan bermain di kawasan ini dengan aman.

Curug Cadas Ngampar

Curug Cadas Ngampar, juga berada di lokasi wisata Gunung Bunder. Di kawasan ini, Anda bisa menemukan beberapa lokasi air terjun seperti Curug Puteri dan Curug Pengantin. Dinamakan Curug Cadas, karena banyak bebatuan cadas di daerah ini, khususnya di aliran sungai.

Kawah Ratu

Selain wisata mengunjungi air terjun, di kawasan wisata Gunung Bunder, Anda juga bisa mengunjungi Kawah Ratu. Kepundan kawah ini selalu mengeluarkan gas H2S dengan bau yang khas.

Untuk menuju Kawah Ratu, juga harus melewati trek yang sulit dan jauh yaitu sekitar 14 kilometer berjalan kaki atau sekitar 3 hingga 4 jam perjalanan dengan berjalan kaki.

Dan seperti kawasan lainnya di Gunung Bunder, selama perjalanan menuju Kawah Ratu, Anda akan menikmati pemandangan alam yang sungguh indah di kawasan ini. Begitu juga, ketika sampai di Kawah Ratu, Anda akan menjumpai fenomena alam yang begitu indah di Kawah Ratu, termasuk mendengar suara gemuruh kawah akibat adanya proses di perut bumi.

Jangan lupa, selalu perhatikan petunjuk di kawasan Kawah Ratu untuk menghindari bahaya. Misalnya ada papan petunjuk larangan berkemah di lokasi tertentu. Atau juga ada larangan berjongkok agar tidak menghirup gas beracun. Dan juga perhatikan petunjuk status Kawah Ratu, apakah dalam kondisi normal atau berbahaya.

Curug Cigentis

Written By Priyayi Alit on Sabtu, 12 Mei 2012 | 01.16

Curug Cigentis merupakan Sarana Wisata Unggulan Kabupaten Karawang, Curug ini berada dibawah kaki Gunung Sanggabuana, Panorama sepanjang jalan sangatlah indah, asri, jauh dari polusi udara yang ada di Kota Besar.

Walaupun jalan menuju Curug ini hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki sejauh 2 km dari tempat parkir kendaraan, namun dengan suguhan pemandangan alam yang memikat, tidak akan terasa kita telah Wisata sambil ber Olahraga yang membuat sehat karena udara yang bersih.Air jernih yang mengalir di sungai kecil sepanjang jalan, membuat kita terpana akan keindahan Alam yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Lokasi Curug Cigentis terletak di Desa Mekarbuana,Kecamatan Tegalwaru 44 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang.

Translate

Toko Cantik Que Online merupakan toko online yang menjual produk fashion untuk wanita dan beberapa produk untuk pria. Kami menyediakan produk-produk fashion dengan kualitas dan harga yang bersaing. Penjualan kami melalui online dengan metode pembayaran melalui transfer. Kami membuka peluang kerjasama dengan cara dropshipping dan reseller offline bagi Anda yang berada diluar kota Karawang atau luar provinsi Jawa Barat dengan harga khusus

Terbaru di Priyayi Alit blog

 
Support : Creating Website | Johny Template
Copyright © 2012 - 2012. Berbagi tempat wisata menarik - All Rights Reserved
Template Modify by Priyayi Alit
Proudly powered by Blogger